Prime Ministers di Panggung Global: Dari Upacara Kenangan di Bangladesh hingga Inovasi Ekonomi di Eropa
Blog Berita daikin-diid – 17 Mei 2026 | Dalam dua minggu terakhir, peran dua pemimpin tertinggi negara di Asia Selatan dan Asia Tenggara menunjukkan dinamika politik dan diplomasi yang kontras namun saling melengkapi. Di Dhaka, Perdana Menteri Bangladesh, Tarique Rahman, memimpin upacara peringatan terakhir bagi mantan Menteri Negara Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga, Mizanur Rahman Sinha, yang meninggal pada usia 83 tahun. Sementara itu, di Eropa, Perdana Menteri India, Narendra Modi, menjalani rangkaian kunjungan strategis ke Belanda dan Swedia, menekankan inovasi, perdagangan, dan kemitraan teknologi dengan perusahaan-perusahaan terkemuka.
Upacara di Jatiya Sangsad Bhaban, ibu kota Bangladesh, berlangsung pada 17 Mei dengan kehadiran Perdana Menteri Tarique Rahman yang menaruh karangan bunga di peti jenazah almarhum Sinha. Sinha, yang pernah menjabat sebagai Menteri Negara Kesehatan di kabinet mantan Perdana Menteri Khaleda Zia, dikenal sebagai tokoh politik berpengaruh di Partai Nasional Bangladesh (BNP). Pada kesempatan itu, Tanvir Sinha, putra almarhum, menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah atas penghormatan kenegaraan yang diberikan.
Penempatan jenazah Sinha di panggung berwarna hitam serta pelaksanaan sholat jenazah (namaz-e-janaza) menandai penghormatan tradisional sekaligus simbolis bagi partai dan konstituen. Kematian Sinha menutup bab panjang karir politiknya, mulai dari terpilihnya sebagai anggota parlemen pada pemilihan legislatif ke-7 tahun 1996 dan ke-8 tahun 2001, hingga peranannya sebagai koordinator distrik Munshiganj BNP dan bendahara komite pusat partai.
Sementara Bangladesh berduka, India menatap panggung internasional dengan agenda ekspansi ekonomi. Pada 17-18 Mei, Perdana Menteri Narendra Modi tiba di Den Haag, Belanda, untuk pertemuan tingkat tinggi bersama Menteri Luar Negeri Belanda, Rob Jetten. Kedua pemimpin sepakat mengangkat hubungan bilateral ke tingkat kemitraan strategis, menandai dekade terakhir kerja sama yang semakin erat.
Dalam rangkaian acara, Modi berinteraksi langsung dengan para CEO perusahaan Belanda terkemuka di sektor energi, pelabuhan, kesehatan, pertanian, perdagangan, dan teknologi. Ia mengundang perusahaan-perusahaan tersebut untuk berinvestasi di India, menyoroti peluang di bidang maritim, energi terbarukan, teknologi digital, semikonduktor, kecerdasan buatan, dan layanan kesehatan. “Kami terus menyederhanakan regulasi dan meningkatkan kemudahan berbisnis,” ujar Modi, menambahkan bahwa reformasi pajak, kode tenaga kerja, dan tata kelola telah membawa perubahan signifikan.
Modi menegaskan bahwa manufaktur di India kini semakin kompetitif, sementara sektor jasa menjadi mesin inovasi. “Tidak ada waktu yang lebih tepat dari sekarang untuk merancang dan berinovasi di India,” tegasnya. Ia juga menyoroti pencapaian ekonomi India sebagai ekonomi besar dengan pertumbuhan tercepat, serta menekankan stabilitas politik yang tercermin dari 12 tahun kepemimpinan di negara demokrasi terbesar di dunia.
- Kesepakatan strategis antara India dan Belanda mencakup peningkatan kerja sama di energi bersih, logistik, dan teknologi digital.
- Investasi langsung Belanda di India mencapai US$55,6 miliar, menjadikannya investor keempat terbesar dari Eropa.
- Perdagangan bilateral mencapai US$27,8 miliar pada tahun 2024-2025.
Setelah kunjungan ke Belanda, Modi melanjutkan agenda ke Swedia, di mana ia bertemu dengan pejabat Swedia serta pemimpin bisnis lokal untuk memperdalam kolaborasi dalam inovasi teknologi dan energi hijau. Kedua pertemuan tersebut menegaskan komitmen India untuk mempercepat implementasi Perjanjian Perdagangan Bebas India-EU, yang diyakini dapat membuka pasar lebih luas bagi produk-produk India.
Perbandingan kedua peristiwa ini menyoroti perbedaan fokus: Bangladesh berada dalam fase penghormatan dan refleksi atas warisan politik, sementara India berada dalam fase ekspansi dan promosi kebijakan pro-bisnis di arena global. Keduanya, bagaimanapun, memperlihatkan bagaimana peran perdana menteri tidak hanya terbatas pada urusan dalam negeri, melainkan juga mencakup diplomasi, simbolisme, serta penataan ekonomi internasional.
Secara keseluruhan, upacara pemakaman Mizanur Rahman Sinha menegaskan pentingnya penghormatan terhadap tokoh politik senior dalam konteks nasional, sementara kunjungan Modi ke Eropa menandai strategi India untuk memperkuat posisi sebagai pusat inovasi dan perdagangan dunia. Kedua peristiwa ini memberikan gambaran luas tentang bagaimana pemimpin negara dapat mempengaruhi arah kebijakan, baik di tingkat domestik maupun internasional.