Celtic Genggam Kemenangan Dramatis Atas Rangers, Menyalakan Harapan Gelar Juara Musim Ini
Blog Berita daikin-diid – 12 Mei 2026 | Dalam sebuah laga klasik Old Firm yang berlangsung di Celtic Park pada Minggu malam, Celtic berhasil membalikkan keadaan dan mengalahkan Rangers dengan skor 3-1. Kemenangan ini tidak hanya menambah tiga poin penting bagi sang juara, tetapi juga menghidupkan kembali mimpi mereka untuk mengamankan gelar liga di penghujung musim yang penuh gejolak ini.
Daizen Maeda menjadi bintang utama pertandingan, mencetak dua gol penting di babak kedua. Gol pertamanya datang dari serangan cepat setelah Rangers unggul lebih dulu lewat Mikey Moore, pemain muda Spurs yang mencetak gol pertama bagi Rangers. Maeda kemudian menambahkan gol kedua melalui sebuah tendangan overhead yang spektakuler, melesat ke sudut atas gawang Jack Butland sebelum sang kiper sempat bereaksi. Gol tersebut tidak hanya mengangkat semangat pemain, tetapi juga memicu sorakan luar biasa dari ribuan pendukung Celtic yang memenuhi stadion.
Pelatih Celtic, Martin O’Neill, yang kembali memimpin tim setelah masa singkat Wilfried Nancy, memanfaatkan momentum kemenangan ini untuk memperkuat kepercayaan diri skuad. O’Neill, yang dikenal dengan taktik defensif kuat dan kemampuan memotivasi pemain, berhasil menstabilkan performa tim yang sempat berfluktuasi. “Jika kami bisa mengatasi tekanan dalam lima hari ke depan, ini akan menjadi kisah legenda dalam folklore Celtic,” ujar O’Neill dalam konferensi pers pasca pertandingan.
Sementara itu, kapten Rangers, Danny Rohl, mengakui bahwa timnya mengalami penurunan kualitas permainan pada pertandingan ini. “Kami memulai dengan baik, namun tidak dapat menahan tekanan serangan balik Celtic,” katanya. Penampilan Rangers yang terkesan pasif dan menyerah pada tekanan lawan menambah beban pada manajemen klub, terutama setelah keputusan untuk tidak mengaktifkan opsi pembelian pemain asal Jerman, Andreas Skov Olsen, yang dinilai belum cukup memuaskan selama masa pinjaman.
Para pemain Celtic pun mengekspresikan rasa puas atas atmosfer luar biasa di Celtic Park. Auston Trusty, gelandang tengah asal Amerika Serikat, menyebut suasana stadion sebagai “insane” dan menegaskan bahwa dukungan suporter memberikan dorongan mental yang signifikan. “Ini adalah atmosfer terbaik yang pernah saya rasakan di lapangan. Suporter Celtic memberikan energi yang tak tergantikan,” ujar Trusty.
- Skor akhir: Celtic 3 – 1 Rangers
- Penjaring gol Celtic: Daizen Maeda (2), Martin O’Neill (penalti)
- Penjaring gol Rangers: Mikey Moore (18 menit)
- Statistik penting: Penguasaan bola Celtic 55%, tembakan ke gawang 12 kali
Kemenangan ini membawa Celtic kembali berada dalam jarak satu poin dari pemimpin klasemen, Hearts, yang saat ini memimpin dengan selisih tipis. Dengan tujuh pertandingan tersisa, Celtic kini berada dalam posisi yang menguntungkan untuk menutup jarak dan berpotensi merebut kembali gelar juara yang lama dinantikan.
Di luar lapangan, dinamika transfer juga menjadi sorotan. Rangers telah memutuskan untuk tidak mengeksekusi opsi £8 juta untuk membeli Andreas Skov Olsen, melainkan mengalokasikan dana tersebut untuk memperkuat posisi lain dalam skuad. Keputusan ini mencerminkan strategi klub yang lebih berhati-hati dalam mengelola keuangan di tengah persaingan ketat di Scottish Premiership.
Para pengamat sepak bola menilai bahwa pertandingan ini menjadi titik balik bagi Celtic. “Performanya di babak kedua menunjukkan kelas dan ketangguhan mental yang diperlukan untuk mengatasi tekanan akhir musim,” kata analis olahraga terkemuka. Sementara itu, para pendukung Rangers menilai bahwa kekalahan ini menambah beban pada upaya mereka untuk kembali bersaing di puncak klasemen.
Dengan semangat yang kembali menyala dan dukungan suporter yang luar biasa, Celtic kini menatap beberapa pertandingan krusial, termasuk konfrontasi melawan Motherwell yang dianggap sebagai ujian akhir sebelum melaju ke fase penutup. Jika tim dapat mempertahankan konsistensi dan memanfaatkan momentum kemenangan ini, mereka berpeluang menuliskan bab baru dalam sejarah klub yang sudah kaya akan legenda.
Secara keseluruhan, kemenangan dramatis atas Rangers tidak hanya memperkuat posisi Celtic dalam perebutan gelar, tetapi juga menegaskan kembali nilai tradisi Old Firm yang selalu memberikan drama dan emosi tinggi bagi para pecinta sepak bola di Skotlandia.