Sejarah Baru Como 1907: Dari Promosi ke Panggung Eropa dalam Dua Tahun
Blog Berita daikin-diid – 12 Mei 2026 | Jakarta, 12 Mei 2026 – Klub sepak bola Como 1907 menorehkan pencapaian luar biasa dengan mengamankan tiket ke kompetisi antarklub Eropa untuk pertama kalinya dalam sejarahnya. Kemenangan 1-0 melawan Hellas Verona pada pekan ke-36 Serie A 2025/26 memastikan posisi klub di peringkat keenam klasemen dengan total 65 poin, menjauhkan mereka dari zona degradasi dan membuka peluang untuk berlaga di Liga Champions atau Liga Europa, tergantung hasil pertemuan antara AC Milan dan AS Roma pada dua pekan terakhir.
Keberhasilan ini tidak lepas dari pengaruh besar pelatih asal Spanyol, Cesc Fàbregas, yang mengubah tim promosi menjadi kekuatan kompetitif dalam waktu singkat. Dalam sebuah wawancara dengan DAZN, Fàbregas mengaku sangat emosional atas pencapaian tersebut, menekankan bahwa Como bukan klub elit seperti Milan, Inter, Juventus, atau Napoli, namun berhasil menembus arena Eropa hanya dua tahun setelah promosi dari Serie B.
Berikut adalah rangkuman faktor kunci yang mendorong Como mencapai puncak baru:
- Manajemen dan taktik Fàbregas: Memperkenalkan gaya permainan agresif, disiplin, dan transisi cepat yang memanfaatkan kecepatan lini depan.
- Tasos Douvikas: Penyerang asal Yunani menjadi andalan utama dengan 13 gol dan satu assist dari 2.115 menit, mencetak gol penentu melawan Verona.
- Jacobo Ramon: Bek tengah berusia 21 tahun, didatangkan dari Real Madrid pada Juli 2025, mencatat 2.564 menit bermain, dua gol penting, serta stabilitas pertahanan.
- Lucas da Cunha: Gelandang Prancis berusia 24 tahun, berperan sebagai motor tengah dengan empat gol dan empat assist dalam 33 penampilan, kontraknya diperpanjang hingga 2029.
- Kinerja di Coppa Italia: Semifinal pertama dalam empat dekade, menunjukkan kedalaman skuad meski akhirnya kalah dari Inter Milan.
Selain prestasi di lapangan, Como juga dihadapkan pada tantangan infrastruktur. Stadion Giuseppe Sinigaglia, markas tim, belum memenuhi standar UEFA karena masih mengandalkan perancah pada tribune lengkung. Pemerintah kota, dipimpin Wali Kota Alessandro Rapinese, berjanji akan melakukan renovasi total, mencakup area pers, zona pemain, dan fasilitas televisi. Dalam jangka tiga tahun, kapasitas stadion diharapkan meningkat dari 4.900 menjadi 12.000 penonton, dengan rencana mencontoh stadion Bodo/Glimt di Norwegia.
Jika renovasi tidak selesai tepat waktu, klub berpotensi menyewa Stadion Mapei milik Sassuolo sebagai venue sementara untuk pertandingan UEFA, sebagaimana pernah dilakukan klub-klub Italia lainnya yang baru masuk kompetisi Eropa.
Statistik akhir Serie A 2025/26 menegaskan posisi kuat Como:
| Posisi | Tim | Poin |
|---|---|---|
| 1 | Inter Milan | 82 |
| 2 | Juventus | 79 |
| 3 | AC Milan | 77 |
| 4 | Roma | 71 |
| 5 | Napoli | 68 |
| 6 | Como 1907 | 65 |
Para suporter Como menyambut kemenangan dengan sorak sorai, melambai syal di stadion dan merayakan momen bersejarah ini sebagai tonggak kebangkitan klub kecil yang kini berdiri sejajar dengan raksasa Serie A. Keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi klub-klub lain yang baru dipromosikan, membuktikan bahwa dengan manajemen yang tepat, kebijakan transfer yang cerdas, dan dukungan komunitas, ambisi kompetisi Eropa bukan lagi mimpi yang mustahil.
Ke depan, tantangan baru menanti. Persiapan skuad untuk kompetisi Eropa membutuhkan penambahan pemain dengan pengalaman internasional, sementara renovasi stadion harus diselesaikan agar memenuhi regulasi UEFA. Namun, semangat tim dan dukungan warga Como menunjukkan keyakinan bahwa klub akan terus menorehkan prestasi lebih tinggi di panggung domestik dan kontinental.
Dengan kombinasi taktik cerdas, pemain berbakat, dan dukungan infrastruktur yang terus berkembang, Como 1907 siap menulis babak baru dalam sejarah sepak bola Italia dan Eropa.